Let There Be
MUSIC
oleh :
Sam W. Tong
General Manager dari SSO

Keberadaan Surabaya Symphony Orchestra di Indonesia pada umumnya dan Surabaya pada khususnya sangatlah identik dengan mottonya, yaitu "Let There Be Music". Terdengar sangat sederhana dan jelas bagi siapapun, namun jika kita menguraikan arti dari motto tersebut sambil melihat situasi dan kondisi di Indonesia, maka pemikiran yang lebih rumit justru akan timbul seperti halnya pertanyaan : "Apakah masyarakat yang menentukan pilihan sebuah musik ataukah musik yang membentuk sebuah masyarakat ?" Jauh lebih mudah bagi kita untuk mengerti bahwa jenis sebuah musik dapat ditentukan oleh kesukaan atau pilihan masyarakat untuk kemudian berimbas kepada "musiknya masyarakat". Tetapi lebih sulit bagi kita untuk membentuk sebuah masyarakat dengan cara memperdengarkan sebuah jenis musik kepada masyarakat yang telah memilih dan mempunyai musiknya sendiri seperti masyarakat Indonesia dengan budaya musik dangdutnya. Budaya musik dangdut telah sangat kuat berakar dalam masyarakat Indonesia selama kurun waktu ratusan tahun, sehingga tidaklah mudah bagi mereka untuk dapat menerima alternatif musik lain, sekalipun dengan pengertian akan kebutuhan untuk memiliki dan menerima musik klasik sebagai "bahasa" dunia agar mencapai standar internasional yang mutlak adanya.
Pemikiran ini telah disadari oleh segelintir orang Indonesia yang kemudian memutuskan untuk mendirikan dan merekrut anggota yayasan bernama Surabaya Symphony Orchestra pada tahun 1996 dengan visi dan misi yang jelas, yaitu membentuk masyarakat Indonesia yang bermusik klasik sekaligus dengan mendirikan sebuah orkestra permanen yang beranggotakan lima puluh lebih pemain dengan standar orkestra baku yang tertua di negara ini. Surabaya Symphony Orchestra secara rutin menggelar konser-konsernya yang pada tahun ini, yaitu tahun kesepuluhnya berjumlah total empat puluh delapan kali. Angka ini mengartikan bahwa kami secara rata-rata menggelar hampir 5 kali konser dalam setahun, dimana komitmen awal kami pada masyarakat Surabaya adalah 3-4 kali pergelaran konser dalam setahunnya.
Walaupun sekarang ini kami memiliki tiga ribu sampai dengan empat ribu penonton rutin di kota Surabaya yang selalu menghadiri konser-konser Surabaya Symphony Orchestra, namun kita tetaplah sadar bahwa apa yang telah kita lakukan dalam sepuluh tahun keberadaan kita belumlah mencapai motto "Let There Be Music" karena masih banyak lagi yang dapat kita lakukan. Oleh karena itu kita mengajak siapapun yang sekiranya mempunyai visi dan misi yang sama untuk dapat bersama-sama berjuang dengan kita di Surabaya Symphony Orchestra dalam membawa negara ini kejenjang setingkat lebih tinggi dimata dunia internasional.